Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan Pura Sad Kahyangan yang dipercaya umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Kedudukan Pura Luhur Uluwatu berhadap-hadapan dengan Pura Andakasa, Pura Batur dan Pura Besakih. Oleh Karena itu, pada umumnya banyak umat Hindu yang meyakini bahwa Pura Luhur Uluwatu merupakan media untuk memohon karunia menata kehidupan di bumi ini.

Nama Uluwatu adalah berasal dari kata Ulu yang berarti kepala dan Watu berarti batu. Oleh karena itu Pura Uluwatu berarti Pura yang dibangun di ujung tebing. Pura Uluwatu terletak 30 km selatan Kota Denpasar, atau 15 km dari Bandara Ngurah Rai.

Pura ini memiliki daya tarik tersendiri,Terdapat pula hutan kering kecil yang sering disebut Alas Kekeran (hutan larangan) yang merupakan bagian dari Pura dan dihuni oleh banyak monyet dan hewan lainnya. dan dilindungi oleh masyarakat sekitar.

Untuk mencapai pura bisa dengan sangat mudah yang jaraknya sekitar 40 km dari kota Denpasar ke arah selatan. Banyak obyek wisata yang ada sepanjang rute wisata ini seperti pantai Padang-padang tempat Ms. Julia Robert shooting film, pantai Padawa dan pantai Dream Land yang indah, GWK, pantai Jimbaran yang terkenal dengan restoran ikan segarnya, dan semenanjung Benoa yang terkenal dengan kegiatan water sport.

Lokasi pura ini dinilai sangat indah dan menakjubkan, karena berada di atas tebing yang langsung menghadap ke laut lepas. Suasana ini membuat Pura Uluwatu yang didirikan sekitar abad XI semakin terkesan kesakralannya. Tebing yang curam dan tinggi di pura ini merupakan tempat yang tepat untuk menyaksikan matahari terbenam di ufuk barat.

Turis tentu senang bisa menyaksikan suasana matahari terbenam yang dipadukan dengan hamparan laut serta deburan ombaknya. Sebab dalam suasana matahari semakin merendah, semburan cahaya kekuning-kuningan menjadikan pemandangan semakin syahdu.

Aturan Memasuki Pura Luhur Uluwatu

Untuk memasuki kawasan Pura Luhur Uluwatu, para pengunjung diharuskan memakai sarung dan selendang bagi mereka yang mengenakan pakaian mini. Sedangkan bagi pengunjung yang memakai pakaian yang biasa hanya diharuskan mengenakan selendang saja yang diikatkan pada pinggang.

Setelah dari tempat penyewaan, kemudian dilanjutkan dengan menuruni jalan beberapa meter dengan suasananya yang rindang. Di sekitar lokasi Pura Uluwatu juga dihuni oleh banyak kera, yang diyakini sebagai penjaga pura. Namun para wisatawan yang berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu diharapkan agar berhati-hati dengan barang bawaannya maupun asesoris yang dikenakan, karena kera-kera tersebut sangat jahil.

Biasanya Pura Luhur Uluwatu dipenuhi oleh para wisatawan manca negara. Bagi para pengunjung dilarang memasuki bagian utama dari komplek pura, jadi kita hanya bisa melihat pura dari sisi kanan atau berjalan menelusuri bukit yang ada di sebelah kiri pura. Untuk akses jalannya, sudah disediakan jalan setapak yang rapi dengan pagar yang tidak terlalu tinggi, sehingga tidak menghalangi pandangan ke arah pura utama.

Komentar